Gerakan Slow Food awalnya
dicetuskan di Italia pada tahun 1986. Selanjutnya organisasinya
didirikan pada tahun 1989 bersamaan dengan pembukaan gerai fast
food McDonald’s di Roma, sebagai gerakan perlawanan terhadap
globalisasi fast food.
Secara prinsip, Slow Food
meminta kita kembali pada ritme alami. Dengan mencermati ritme alami,
kita lebih mudah menemukan makna hidup dan bisa menikmati hidup.
Anda mungkin tidak sadar bahwa
melakukan kegiatan memasak dengan tenang tanpa terburu-buru merupakan
aktivitas relaksasi (meditation on moving), yang bisa membantu
melepaskan kepenatan pikiran dan jiwa.
Sesuai lambang siput yang digunakan
oleh organisasi ini, Slow Food bukan hanya menekankan pada
kita untuk menikmati makanan secara lamban dan tenang, tetapi juga
mengharap kita bisa memasak dengan tenang pula.
Dengan demikian, kita tidak lagi
memerlukan bumbu instan maupun makanan instan dan fast food,
karena semua hidangan kita masak dengan tenang dari bahan aslinya
sebagaimana di alam. Kita bisa memasak dari bahan-bahan segar alami
dan dengan cara alami seperti ibu dan nenek kita dulu melakukannya.